"Kebanggaan kita terbesar adalah bukan tidak pernah gagal tetapi bangkit setiap kali kita jatuh"
Minggu, 24 November 2013
Kamis, 29 September 2011
Love
Minggu, 24 Juli 2011
"Kami angkatan 2005, Generasi Mahasiswa Pertanian Intelektual"
Warna yang seru..
Warna yang tenang..
Warna yang membahagiakan..
Warna kesukaanku..
Mata melirik, berkedip-kedip sesaat..
Baju kaos biru yang aku pilih..
Dengan tulisan yang masih wara-warni..
Woow,, baju GAPI ternyata..
Baju angkatanku..
Saat aku mamakainya..
Aku terkejut..
Ada "ceria" yang hadir
Ada "semangat" yang menepuk-nepuk
Ada "bangga" yang ke-PD-an
Ada "cerita" yang menari-nari
Ada "keyakinan"
Ada "harapan"
Dan ada kesadaran yang membuatku sadar..
Seakan-akan ada yang meneriaki ku 'ocy,,jgn terlalu lebay!'
[Keterangan : Kejadiannya mirip seperti saat ipin upin membayangkan ayam goreng, atau saat lintang dalam film laskar pelangi terkagum-kagum dengan kuku Aling]
Ya..
Intinya..
Aku Bahagia
Bisa bertemu dan menjalin persaudaraan
Dengan kawan-kawan GAPI
Sedikit mengingat mars dan yel2 kita :
Kami angkatan 2005 , Generasi Anak Pertanian Indonesia ...
Bersama kita maju... satukan tekad demi persatuan
Tunjukkan loyalitas selama kegiatan
Demi tercapainya tujuan..
Yel2 :
cowok : Go GAPI Go GAPI Go...
Go GAPI Go GAPI Go...
cewek : Go GAPI Go GAPI Go...
Go GAPI Go GAPI Go...
All : Go GAPI Go GAPI Go...
Go GAPI Go GAPI Go...
Kawan, dimanapun kalian berada..
Salam dariku untukmu ;)
Kamis, 03 Februari 2011
My FaTHER IS my Hero
MY FATHER IS MY HERO
Ayah ku adalah orang yang paling kubanggakan selain ibuku. Tanpa kasih sayang seorang ayah hidup ini terasa kurang lengkap.
Ayahku tau sekarang engkau jauh disana, namun kasih dan cintamu selalu melekat dihati.
Disaat ku kecil kau selalu menghiburku saat aku dimarahi ibu
Saat aku minta sesuatu tanpa banyak fikir kau selalu berusaha untuk penuhi
Saat aku ingin bermain kau selalu sempatkan tuk temani aku
Suatu saat saat kau pulang kerja kau selalu bawa kebahagian untukku
Ayah kehidupan ini memang kejam
Hidup ini selalu mempermainkanmu
Namun ku tau satu hal kau selalu tegar menghadapinya
Walaupun sekarang tidak bersama ibu, tapi kau tetap setia
Satu kata yang kuingat darimu
"Apapun yang terjadi kau adalah anak kebanggaanku, apapun akan kulakukan untukmu"
Tak peduli hujan, panas teriknya matahari dan peluh keringatmu tak kau pedulikan
Hanya satu tujuanmu untuk membuatku bahagia
Supaya tidak kekurangan dan iri dengan teman yang lain
Ayah taukah engkau sekarang aku baru sadar bahwa betapa kasih dan sayangnya engkau padaku
Ayah sejelek dan seburuk apapun orang berkata kepadumu
tetapi satu hal yang mesti engkau tau
Engkau adalah Pahlawan bagiku
Semangatmu selalu hidup dalam jiwaku
Dalam setiap Sholatku aku selalu berdoa untukmu
Semoga engkau tetap diberi ketabahan dalam menjalani dan mengarungi hidup
dan menghabiskan sisa umurmu
Ayah mungkin sungguh tak mampu diri ini untuk membalas segala kasih dan sayangmu
Tapi percayalah suatu saat anakmu ini pasti bisa membahagiankanmu.
Ayah tetaplah tegar dalam menjalani kehidupan.
Tulisan ini didedikasikan untuk ayah-ayah pemberani yang pernah ada dan selalu kita cintai. selain ibu ayah adalah orang yang paling mengasihi kita. Seburuk dan sejelek apapun ia. ia adalah tetap seorang ayah, tiada apapun dapat memutusnya.
Minggu, 30 Januari 2011
Sikap
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Sabtu, 29 Agustus 2009
Foto Team Peserta LOMBA PENULISAN ILMIAH MENEGPORA TAHUN 2009
They are : Jemmie H. N. SP, Zulkifli, Dini, Fajar,Tya Fhazrin, Budi
Suprise itulah ekspresi pertama dariku ketika mendapat kabar dari ijul (salah satu anggota kelompok) bahwa kelompok kami lolos kejakarta untuk persentasikan makalah kami. Awalnya aku tak percaya karena belum melihat secara langsung. Perjuangan Bolak balik dari kampus kerektorat, masuk ke TU, BAAK, pun belum menemukan surat yang masuk atas namaku. Bahkan setelah menelpon ke kantor menporapu, walau sudah diberitahu nama saya masuk namun mesti melihat surat yang dikirim dari menpora yangditujukan kepadaku. Surat itu sudah dikirim seminggu yang lalu katanya. Namun setelah di cek kefakultas ada surat atas nama pribadi dari Menteri Pemuda Dan Olahraga Deputi III menyatakan bahwa karya ilmiah kami masuk 25 besar finalis untuk dipersentasikan di Jakarta.
SUATU KEBANGGAAN YANG TAK BERARTI
Hai kawan, udah lama ku tak menuliskan sesuatu nih di blog kesayanganku. Beberapa waktu yang lalu aku berhasil mendapatkan predikat dikampusku, tepatnya pada acara syukuran wisudawan. Kawan tau kah angkau? Betapa senangnya hatiku. Karena hanya aku angkatan 2005 yang saat itu telah menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian dengan tepat waktu. Aku sangat sedih sekali karena kawan2 satu angkatanku yang laen belum pada selesai, jadilah hanya aku angkatan termuda disana. Awalnya aku agak minder sih tetapi aku tetap membesarkan diriku. Pagi itu aku didampingi oleh kekasihkutercinta Rahayu Arimbi.
Taukah kau kawan satu kebanggan bagiku, aku berhasil meraih predikat seagai wisudawan termuda dan tercepat Fakultas Pertanian untan tahun 2009. Aku selalu berdiri setiapkali namaku disebutkan. Bagi orang lain itu merupakan sutu kebanggaan yang terbesar yang pernah diraih, tapi kawan bagiku itu sutu kehampan, semua itu rasanya tak berarti. Karena kedua orang tuaku tidak bisa menghadiri acara itu. Ibuku sibuk dirumah mengurusi adikku yang paling kecil hasil hubungannnya dengan suami yang baru. Sementara ayahku berada nun jauh disana di Kota Sidikalang.
Padahal aku ingin sekali kawan seperti orang lain yang orang tuanya hadir, memeberikan support dan semangat kepada anaknya, aku hanya diwakili oleh kedua tanteku. Hatiku sangat hampa sekali. Disaat wisudawan lain bersama orangunya sedangkan aku hanya sendiri, termenung terpaku meratapi kisah pilu hidupku. Sedih rasanya ketika melihat yang lain disalami kedua orangtuanya. Hanya aku mungkin yang orangtuanya tidak hadir. Rasanya sia-sia pengorbananku,jerih payahku, dan rasa yang ingin aku tunjukkan kepada kedua orangtuaku. Tapi apalah daya ingin rasanya tangan memeluk gunung tapi tak sampai. Akhirnya hanya jadi sebuah anggin lalu dan kepingan-kepingan kisah manis dalam titian hidupku. Seorang anak malang bernama Jemmie Harries Nainggolan
Namun demikian puji dan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa berkat ialah segala kemudahan dan kelancaran diberikan kepadaku hingga memudahkanku menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian Untan. Semoga ini menjadi pelajaran hidupku dikemudian hari sehingga kelak tidak mengecewakan asa anak-anakku jika Allah mengizinkan.
Selasa, 07 Juli 2009
AGRICULTIRE GOES TO (AGT) XIX KABUPATEN SANGGAU
AGRICULTIRE GOES TO (AGT) XIX KABUPATEN SANGGAU
CHAPTER 1
“hidup adalah tantangan maka hadapilah”
Panitia ARICULTURE GOES TO XIX LUBUK SABUK KABUPATEN SANGGAU :
Sosek Crue : Jimi, Bayu, Adi, Dedi, Aji, Ferdian, Topan, Tongseng, Heryono,
Arika, Doris, Yuniar, Zulhidayah
Ilmu tanah Crue : Ijul, Yuzar, Yusma, Hedi, Anto
Agronomi Crue : Fhazrin, Ade, Hafiz, Udin, Mario, Boim, Hairul, Eka, Mulytani, Rodi,
Juri Utami, Umi, Eli Asri, Mbo, Vika, Riko,
D3 Perkebunan crue : Alimudin, Boby, Edi, Jun, Helmi, Erwansyah, dkk
AGT XVIII Sei KUNYIT KABUPATEN PONTIANAK 2006
“ Hidup adalam permainan maka mainkanlah”
“AGT memang luar biasa dari satu sisi positifnya bisa menyatukan satu angkatan dalam satu ikatan kebatinan, membentuk karakter mental, kekompakan, dan menambah ilmu pengetahuan tentunya”.
AGT ( Agriculture Goes To ) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Kegiatan ini aalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah pemersatu mahasiswa fakultas pertanian Untan khusunya bagi mahasiswa ngkatan baru, panitia kegiatan ini adalah mahasiswa angkatan 2004 yang telah mengikuti legiatan AGT sebelumnya. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2005. Elemen dalam kegiatan AGT ini adalah Peserta, Panitia, Perintis, SC dan Senioren.
AGT ini adalah kegiatan ketiga yang kuikuti di Fakultas Pertanian Untan. Pertama kali mengikuti jujur awalnya belum meerti maksud dan tujuan dari kegiatan ini. Hal ini dikarenakan adanya omongan dikalangan masyarakat kampus bahwa AGT ini adalah ajang pembantaian dan penggojlokan. Namun karena aku memang orang yang keras kepala dan suka akan tanatang, tidak perduli apa perkataan orang kegiatan ini teteap aku ikuti.
Awalnya memang rada malas ngikutinya sebab seniornya pada garang-garang dan berwajah sangar. Paling hanya beberapa orang yang berwajah kalem dan abik hati. Tapi lamakelamaan akhirnya aku mulai mengerti maksud dan tujuannya. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai dan pembentukan karakter mental dan rasa kebersamaan antara mahasiswa baru khususnya.
Hal ini kusadari memang karena jujur aku sebelumnya tidak terlalu memngenal semua kawan sau angkatan ku angkan 2005 khusunya dari jurusan Agronomi, D 3 Poerkebunan dan Ilmu Tanah. Walaupun sebelumnya sudah ada Integritas naum itu belum cukup. Melalui kegiatan ini aku mulai mengerti dan paham sebagai mahasiswa baru. Kegiatan ini banyak diisi perkenalan dan materi-materi yang berisikan motivasi, serta ilmu baru dibidang pertanian kurang lebih selam 6 kali pertemuan.
Ternyata kegiatan ini dilaksanakan setelah ujian akhir tepatnya selam 1 minggu di Sei Kunit Kabupaten Pontianak. Tentunya sangat menantang sekali karena kita bakal tinggal di camp yang dibuat oleh team perintis.
Tibalah saat dimulainya kegiatan.
Kami berangkat dari Pontianak pukul 9 pagi dengan mengunakan tigas bis. Bisku berangkat paling pertama. Bersama rekan rekanku satu dusun nantinya. Katanya disana kami akan dibagi menjadi 3 dusun. Nah aku bersama yang lain menempati dusun 2. Waduh ternyata temen2 satu dusunku gokil2 and lucu bakalan seru dan gak bosenin deh. Tapi yang buat aku sebel adalah karena kawan2 satu kelompokku hanya pergi tiga orang aku, Arika danb Edy. Waduh padahal semua barang udah lengkap dipastikan ahanya aku dan arika yang bakal berbaris sedangkan Edy bergabung dalam team perintis. Jadilah aku dijuluki pasangan serasi sama temen2 yang lain. Ada enaknya juga sih kadi kalo pas makan gak ada yang ganguindan porsinya pasti banyak. He.......... tapi yang paling kurang menyenangkan ya pasti klo ada apa2 ya pasti aku terus yang maju kedepan.
Hari pertama bis ku nyesat salah jalan, mana hari hujan bis yang laen udah nyampe, eh bis kus blum lagi. Akhirnya kami disuruh berjalankan kaki menuju base kamp. Kami semua merasa boring sekali, dengan gerimis dan membawa tas yang bisa kami bawa kurang lebih selama setengah jam akhirnya kami sampai juga di Basecamp. Kami disambut dengan sangar dan teriakan cepat......... dek...................
Waduh akhirnya kami berbaris langsung berhitung dan disuruh push up lagi
Awalnya sih gk terima tapi apa boleh dikata, memenag itulah namannya AGT pengojlokan mental.
Hari-hari diisi dengan beragam kegiatan dari materi seputar dunia pertanian, diskusi, kunjungan kelapangan, seminar di basecamp, parodi, outbond hingga malam penutupan. Tak terbayangkan sebuah pengalaman baru kudapatkan. Satu kejadian yang paling kuingat saat aku selalu dipisahkan dari teman-teman lain karena dikirain aku memiliki sakit jantung, padahal aku tidak sakit jantung. Itulah yang paling diingat oleh teman2 seangkatan ku dulu. Ada kegiatn fisik apapun pastio aku dipisahkan. Pada saat ahri pertama penyambutan sampai pengukuhan aku selalu diistimewakan. Sampai sekarang seniorku gak tahu loh.................
Tapi aku bersyukur klo gak pasti aku udah habis di gonjlok oleh senior2 ku..........
Padahal waktu itu aku hanya sakit paru-paru (ganguan pernapasan gitu)
Hari demi hari tlah berlalu berbagai cerita, kenangan menjadi satu disana. Akhirnya kami mulai kenal-mengenal disana baik keburukan, kejelekan sampai kebaikan kawan terlihat dikegiatan itu. AGT memang luar biasa dari satu sisi positifnya bisa menyatukan satu angkatan dalam satu ikatan kebatinan, membentuk karakter mental, kekompakan, dan menambah ilmu pengetahuan tentunya. Satu dari sekian kegiatan yang gak bakalan kulupakan dalam perjalanan hidupku.
Kamis, 28 Mei 2009
MAHASISWA PRESTASI UNTAN TAHUN 2009
Pada Tahun 2009 ini, merpakan sutu berkah tersendiri bagi saya bisa menikmati atmosfer kompetisi Mahasiswa Prestasi Untan Rahun 2009. Sebelumnya tak pernah terbayangkan saya dapat berkompetisi di Tingkat Untan. Maklum karena memang tahun saya telah lewat. Sehausnya tahun ini diikuti oleh angkatan 2006 pada Fakultas saya. Entah mengapa ini merupakan suatu kejadian yang sangat tidak diduga, pada tahun lalu memang saya ada ikut memasukan berkas untuk berkompetisi di tingkat jurusan, teteapi kalah bersaing dengan rekan saya saudara ferdian Arisma. Tetapi inilah takdir atau suatu kemistri yang tak terduga. Kesempatan ini akhrnya dapat saya rasakan.
Ceritanya bermula saat sutu pagi saya sedang menunggu Dosen pembimbing untuk konsultasi Skripsi. Pada saat saya sedang duduk ibu Komaryati, memanggil saya kedalam ruangan jurusan. Saya masuk kedalam, lalu beliau meminta saya untuk mewakili jurusan mngikuti kompetisi pemilihan mahasiswa prestasi Untan tingkat Fakultas. Saya Sangat terkejut sekali, karena memang tidak menduga sebelumnya. Alasan beliau karena pada tahun lalu saya telah memasukan berkas dan karena adik-adik saya angkatan 2006 tidak siap dalam mengikuti kompetisi sehingga saya diminya sebagai pengganti. Entah karena memang terpaksa or sutu kegagalan yang tertunda akhirnya saya beredia mewakili jurusan untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan, saya bersyukur karena masih memiliki file karya tulis yang memang merupakan syarat dalam mengikuti kompetisi. Dalam tempo semalam akhirnya selesai juga saya mengedit dan mengkopi bahan tersebut karena keesokan harinya harus dipersentasikan. Namun karena dukungan dan semangat akhirnya saya membeanikan diri untuk bertarung walaupun dengan persipan seadanya.
Di tingkatan Fakultas Saya bersaing dengan perwakilan dari jurusan Ilmu Tanah dan Budidaya Pertanian yang note bene perwakilannnya dari angkatan 2006. Tes demi tes dilalui dari mulai persentasi karya tulis ilmiah, interview bahsa Inggris maupun keorganisasian. Berat rasanya memang, teteapi dilakoni dengan penuh tanggung jawab. Alhamdulilah ternyata aya diberikan kesempatan sebagai juara 1 mahasiswa prestasi tingkat fakultas dan berhak mewakili fakultas untuk berkompetisi di tingkat Universitas. Perasaan kaget, haru dan bahagia saya rasakan, karena tanpa diduga saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT, untuk merasakan kompetisi di tingkat universitas sebelu saya luluh dari bangku perkuliahan.
OPINI
They Are : Taufan, Aji, Jimi, Adi, Dedi, Bayu
SIX DEGREES
Banyak kisah tentang mereka, tetapi hanya sedikit yang dapat dilukiskan pada tulisan ini. Tiada maksud untuk melebih-lebihkan, narcis or anything but its a reality that i can write in this opportunity.
Nama yang disematkan oleh seorang kawan kepada Mahasiswa Sosek angkatan 2005 yang selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Entah darimana asalmulanya nama itu, tetapi hal tersebut memberikan sebuah gambaran tentang perjalanan dan kontribusi nyata kumpulan mahasiswa yang sedang berkembang mencari jati diri dalam kehidupan sosialnya. Mahasiswa ini terdiri dari 6 orang laki-laki yang dipertemukan dalam satu Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEP) Faperta Untan. Entah Narsis atau apalah sebutan orang tetapi memang mereka selalau berpartisipasi dalam setiapkegiatan HIMASEP maupun kegiatan Kampus.
Keenam mahasiswa yang pantang menyerah dalam mengejar mimpi-mimpinya di masa yang akan datang. Semangat yang dikpobarkan begitu tinggi, semangat kesetiakawanan, rela berkorban dan terkadang sedikit patriotisme, begitu katanya. Namun inilah mereka, seperti angin yang beriup sepoi-sepoi, batu karang yang keras di hemps oleh ombak dipantai. Perjalnan yang sungguh panjang mngiringi mereka selama hampir 4 tahun dala perkuliahan di Kampus Hijau, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.
Mereka tanpa kenal lelah terus mendukung kegiatan-demi kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMASEP Faperta Untan. Sakit, Luka, keluh kesah, Jalan berliku, dicaci dimaki, sedih, suka maupun duka semuanya pernah dilalui bersama. Begitulah mereka semangat seorang mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian yang tangguh. Dipersatukan dalam semboyan Luar Biasa Antusias Mental Baja Go............ Sosek. Semangat yang tak akan pernah lekang dimakan waktu.
Tak terasa hampir empat tahun menjalin persahabatan, sebentar lagi beberapa orang akan segera menyelesaikan studinya. Namun demikian, tidak mengurangi semangat pesahabatan diantara mereka. Semoga diwaktu yang akan datang akan terus lahir six degrease yang dapat dijadikan panutan dan contoh bagi geberasi yang akan datang pada HIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (HIMASEP) Faperta untan.
“ Persahabatan adalah Anugrah, Kesetiakawanan adalah sikap, kepedulian adalah rasa”
THAT IS WHAT ARE FRIENDS FOR
Sabtu, 23 Mei 2009
Masalah kehutanan di Kalimantan Barat semakin hari semakin hangat dibicarakan oleh berbagai pihak. Apalagi belum lama ini, Mabes Polri berhasil menangkap pelaku illegal logging / pembalakan liar beserta belasan ribu meter kubik kayu hasil Illegal Loggingnya. Selang beberapa hari, dibarengi penahanan pejabat-pejabat yang seharusnya menjaga dan memelihara hutan serta penahanan perwira-perwira yang seharusnya menangkap pelaku illegal logging karena ikut terlibat dalam membabat hutan di Bumi Khatulistiwa.
Kerusakan hutan di Indonesia sudah semakin parah termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Sampai-sampai Indonesia masuk Guinnes Book of Record sebagai negara dengan deforestasi tercepat di dunia. Bagaimana tidak, pada tahun 2005, kerusakan hutan akibat penebangan liar di Kalimantan Barat saja mencapai 63.068,26 M3 ( Dinas Kehutanan Kal-Bar). Itu yang tercatat di atas kertas, dan belum lagi ditambah kerusakan hutan akibat HPH dan HTI, perkebunan skala besar, transmigrasi, perambahan hutan, pertambangan emas tanpa izin ( PETI ) dan kebakaran hutan. Suatu saat, republik ini memiliki Departemen Kehutanan tetapi tidak memiliki hutan. Kementerian ini lalu hanya mengurusi kawasan hutan yang sudah tidak memiliki tegakan, alias tidak berpohon.
Saat ini, dengan berlakunya otonomi daerah serta dalam menyongsong AFTA perdagangan bebas. Banyak kebijakan pemerintah daerah yang dibuat untuk memberikan izin pengkonversian hutan dan perkebunan kepada para investor asing maupun dalam negeri. Itu dilakukan karena untuk memperbesar PAD yang akan diterima. Tapi perlu diingat, dibalik PAD yang besar, hal tersebut juga berdampak buruk bagi lingkungan yang pada akhirnya juga ikut meyumbang kerusakan hutan. Buktinya, di Kalimantan Barat sendiri, dua bupati menerima surat teguran dari Menteri Kehutanan karena memberikan izin kepada perusahaan perkebunan yang lokasinya tumpang tindih dengan hutan produksi dan hutan lindung. Jika kondisinya seperti itu, pantas saja tahun lalu hampir disemua kabupaten di Kalimantan Barat terkena banjir.
Hutan merupakan bagian dari sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan secara langsung terutama dengan memanfaatkan kayu yang ada didalamnya. Dilain sisi, ternyata hutan lebih bermanfaat untuk penyelamatan lingkungan hidup. Apakah kita yakin konversi hutan yang katanya legal itu dapat mempertahankan hutan seperti aslinya? jika tidak, apakah kita ingin hal ini terus berlanjut demi PAD yang besar bagi daerah yang kaya tapi lingkungannya rusak ? tidak perlu menuding siapa-siapa yang merusak hutan, karena yang penting adalah sekarang saatnya membangun kembali hutan Kalimantan Barat. Untuk membangun kembali hutan, hal-hal yang patut dilakukan adalah sebagai berikut:
Pertama, memberantas praktek-praktek illegal logging. Selama ini, illegal logging dianggap sebagai penyebab utama rusaknya hutan-hutan di Kalimantan Barat. Aksi penggundulan hutan makin merajalela pascareformasi. Jaringan pelakunya sangat luas, melibatkan cukong kayu, oknum petugas/pejabat kehutanan, bea cukai, kepolisian, TNI, pelayaran rakyat, pemerintah daerah, kejaksaan, pengadilan, serta politisi. Green Peace pada tahun 2003 mencatat, 88 persen kayu yang masuk industri domestik didapat secara ilegal. Berarti industri kayu hanya menggunakan 12 persen bahan baku yang diperoleh secara legal.
Untuk itu, diperlukan keseriusan pemerintah untuk memberantas illegal logging. Mulai dari membuat produk hukum yang dapat menjerat pelaku intelektual dan para beking illegal logging, tidak hanya mereka yang dengan sengaja melakukan penebangan, membawa, menguasai, dan mengangkut kayu tanpa izin-izin yang sah. Selain itu, pemerintah harus lebih tegas dan berani untuk menendang orang-orang di sekeliling mereka yang terbukti terlibat illegal logging, siapapun orangnya. Penanganan langsung oleh orang nomor satu di kepolisian RI di Kabupaten Ketapang, merupakan angin segar dalam persoalan illegal logging;
Langkah kedua, mulailah merehabilitasi lahan kritis dan melakukan reboisasi secara terprogram dan terencana dengan baik. Dari realisasi penerimaan iuran kehutanan tahun 2005, Kalimantan Barat menerima dana reboisasi senilai Rp. 82.243.630.687,85 (BPS Kal-Bar), dana yang lebih dari cukup untuk membangun kembali hutan Kalimantan Barat. Itu belum termasuk dana asing dan dermawan yang peduli lingkungan. Akan tetapi, melihat kondisi dilapangan sungguh menyedihkan, lahan-lahan kritis tetap merana, kita pun bertanya-tanya, ada apa gerangan?
Rencana aksi trilateral ( Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia ) dalam “Heart of Borneo” merupakan babak baru dalam melestarikan dan menjaga kawasan ‘Jantung Kalimantan’. Untuk itu, kita harus tetap memantau dan mengawasi agar program tersebut dan program-program rehabilitasi lahan lainnya tidak senyap dan bocor di tengah jalan;
Ketiga, berhentilah mengkonversi hutan secara besar-besaran. Carilah alternatif lain untuk memanfaatkan hutan tetapi turut serta memulihkan dan melestarikan kehutanan Indonesia dan Kalimantan Barat ini yang telah berada di ambang kehancuran dan ancaman musibah yang akan menimpa dimasa depan.
Alternatif lain misalnya dengan Carbon Trading atau bisa juga dengan menggunakan hutan sebagai estetika. Tidak menutup kemungkinan, dengan hutan yang masih terjaga dan lestari kita bisa mengembangkan bidang pariwisata dan menjual nilai estetika yang ada didalam hutan itu. Tetapi harus diingat pula, agar tujuan pelestarian hutan dapat tercapai, maka keuntungan yang didapatkan dari carbon trading dan penjualan estetika hutan itu juga harus dinikmati oleh masyarakat yang berada di tempat rehabilitasi hutan itu. Dengan menikmati keuntungan tersebut, maka mereka akan merasa lebih memiliki dan berkepentingan untuk memelihara hutan itu.
Dalam teori ilmu kehutanan dinyatakan bahwa pada dasarnya dari areal hutan itu tidak ada penebangan pohon, sebab asas pemanfaatan hutan itu adalah "sustained yield principle", layaknya manajemen hutan, hutan normatif harus mengindahkan konsep bahwa setiap penebangan harus selalu diikuti dengan penanaman, atau menebang dengan meninggalkan permudaan alam/tegakan sisa yang belum cukup tebang berdasarkan diameternya. Tegakan/permudaan yang ditinggalkan itu akan dipanen pada saat siklus tebang telah kembali keawal yaitu sekitar 20 tahun kemudian. Itulah konsep kehutanan yang ideal dengan kondisi yang diinginkan bisa diasumsikan dan dapat dipenuhi. Jika teori tentang kehutanan itu bisa berjalan seindah warna aslinya, tentu hutan Kalimantan Barat akan tetap teruntai bagai “jamrud di khatulistiwa”
Opini
MEMBANGUN DAYA SAING AGROINDUSTRI NASIONAL
Pernah saya membaca artikel dari sebuah majalah yang bergerak di bidang agribisnis, artikelnya tulisan Handito Hadi Joewono yang berjudul “Ubi Manis Laris Manis”. Artikelnya mengupas tentang ketatnya persaingan agroindustri tanah air dalam menghadapi datangnya produk asing. Banyak hal yang memberikan masukan pada saya dalam menulis artikel ini. Berikut hal-hal pokok yang dapat saya sampaikan.
Globalisasi dan Perdagangan Bebas
Meskipun diyakini dapat memberikan banyak manfaat, sebagian orang khawatir dan bahkan skeptis tentang manfaat yang bisa didapatkan melalui perdagangan bebas internasional. Selama ini kita mendengar pernyataan atau slogan untuk menggunakan produk dalam negeri dan mencintai produk dalam negeri. Akan tetapi, produsen dalam negeri tetap khawatir barang yang diproduksinya tidak akan mampu bersaing menghadapi produk berkualitas dari luar negeri yang berharga murah.
Selama ini terus terjadi perdebatan tentang manfaat perdagangan internasional, dalam kenyataannya perdagangan internasional terus meningkat.
Melalui berbagai kesepakatan internasional tersebut tercipta persaingan yang semakin ketat. Pertanyaanya, “Apakah kita mampu memanfaatkan keterbukaan pasar di tengah persaingan yang semakin ketat?” atau dalam bentuk pertanyaan yang lebih praktis, “Mampukah produk
Meskipun sudah tidak asing bagi kita melihat membanjirnya produk impor di negara kita, termasuk untuk produk gampangan seperti kerupuk dan keripik, tetap saja menurut hemat saya itu merupakan ongkos yang harus dibayar untuk menjamin diterimanya produk
Kenyataan bahwa perdagangan internasional akan semakin bebas membuat pemerintah dan pelaku bisnis perlu melakukan intropeksi, karena kompetisi akan bermuara pada situasi hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Jika tidak, perdagangan bebas akan mendorong pebisnis
Membangun Daya Saing
Kalau perdagangan tidak dikendalikan dengan baik akan menimbulkan masalah baru. Dengan masih banyaknya pengangguran di
Kalau hanya berdagang, maka teknologi dan keahlian anak-anak bangsa tidak tersalurkan dan produk primer hasil pertanian tidak tersalurkan. Padahal, di Fakultas Pertanian Untan saja misalnya, tersedia teknologi dan tenaga ahli yang mumpuni untuk menghasilkan produk olahan pangan, apalagi kalau hanya untuk membuat kripik ubi. Di sepanjang Jalan Budi Utomo (Kecamatan Pontianak Utara) berjejer ubi jalar dan talas yang khas dan bisa diolah menjadi kripik talas atau ‘sweet potatoes chips’ Pontianak yang nikmat.
Pengambil kebijakan atau pemerintah dan pelaku bisnis yang ingin terus meningkatkan kemampuan bersaing dan value added perekonomian nasional tentu tidak cukup hanya mensyukuri berlakunya perdagangan bebas. Handito Hadi Joewono dalam disertasinya “Peningkatan Daya Saing Agroindustri
1. Peningkatan daya saing agroindustri
2. Keberpihakan kebijakan perdagangan internasional dan bea masuk pada upaya peningkatan daya saing domestik.
3. Meningkatkan keterkaitan antar sektor-sektor yang berhubungan dengan agroindustri melalui sinergi kebijakan lintas sektor.
4. Keterpaduan langkah antara pelaku usaha dan pengelola kebijakan perdagangan dan perindustrian dalam mengoptimalisasi kekuatan daya saing di pasar internasional.
5. Peningkatan keterkaitan sektor primer dan sektor industri pengolahan, khususnya agroindustri melalui sinergi kebijakan dan pemanfaatan input primer dan input yang berasal dari dalam negeri.
6. Pengembangan teknologi dalam rangka meningkatkan produktivitas untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik dan internasional.
7. Membangun kesepahaman antara pengelola kebijakan dan pelaku bisnis untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik dalam rangka membangun daya saing di pasar internasional.
Selain itu, Handito Hadi Joewono menekankan juga pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku usaha dan pengelola kebijakan sektor agroindustri.
Kita tidak perlu anti produk asing. Perdagangan bebas internasional tanpa kita sadari juga telah memberi banyak manfaat pada konsumen, dan biarkan hal itu berlangsung sambil menunjukkan keberpihakan pada produk agroindustri dalam negeri. Untuk meningkatkan daya saing bisnis agroindustri
Penulis adalah Mahasiswa Faperta Untan
Aktif di HMJ Sosekta Untan
Senin, 16 Februari 2009
MARYAMAH KARPOV
luar biasa, mungkin inilah kata yang tetap yang cocok untuk menggambarkan cerita ini. kita dibawa dalam suatu kondisi untuk memahami alur cerita yang disajikan. dalam buku ini banyak sekali ilmu pengetahuan baru tentang arti kehidupan, cinta sejati, ilmu pengetahuan dan arti persehabatan. bagi kamu yang membacanya saya sarankan untuk tetap beranjak. pahami kata demi kata yang disajikan. semoga buku ini dapat menambah motivasi kita dalam mengarungi kehidupan.
MIMPI ADALAH KUNCI
UNTUK KITA MENAKLUKAN DUNIA!!!!!!!!
GO FREEDOM
Selasa, 23 Desember 2008
REVEINTING LOCAL GOVERNMENT
MMA FAPERTA UNTAN GELAR KULIAH UMUM DAN BEDAH BUKU
Dr. Ir. Fadhel Muhammad
Megister Manajemen Agribisnis ( MMA ) Faperta Untan Menggelar Kuliah Umum dan Bedah Buku di rektorat Lantai 3 senin, 24 November 2008. Kegiatan ini mendatangkan Dr. Ir. Fadel Muhammad sebagai narasumber. Beliau notabene merupakan Gubernur Prov. Gorontalo yang sukses dalam kepemimpinannya memajukan Prov baru di Indonesia ini.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi dari Magister Manajemen Agribisnis Untan yang baru terebntuk tahun ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Mahasiswa MMA serta tamu undangan yang berasal baik dari lingkungan Untan maupun dari Instansi di Lingkungan Provinsi da Kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Kegiatan dapat terselenggara berkat kerjasama yang baik anatara MMA Faperta Untan, pihak Rektorat serta bantuan dari tenaga mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEP) Faperta Untan.
Menurut Dr. Ir. Erlinda Yurisinthae, MP tujuan kegiatan ini adalah salah satu informasi tambahan bagi mahasiswa MMA Faperta Untan sebagai referensi dalam Mata kuliah yang diambil khususnya bidang Agribisnis. Kuliah umum serta bedah buku dari Bapak Fadel merupakan pilihan yang tepat sebab beliau merupakan Gubernur yang berhasil memajukan daerah dari hasil pertania khususnya jagung sehingga Prov. Gorontalo menjadi Prov. Penghasil jagung terbesar di
Kuliah Umum dan bedah Buku dari Dr. Ir Fahel Muhammad ini dimulai pukul 09.00 IB hingga pukul 11.30 WIB. Kegaitan dibuka oleh Rektor Untan Prof. Dr. Chairil Efendi. Sesi pertama merupakan pemaparan umum ari pak fadhel mengenai buku yang ditulisnya. Menurut beliau, banyak sekali kebijakan di negeri ini yang menyulitkan Pemda seharusnya aturan tersebut dikaji ulang. Dalam pemerintahan beliau banyak sekali kebijakan yang dibuat yang kurang sesuai dengan kebijakan pusat. Namun Demikian hasilnya sangat significant dirasakan oleh masyarakat di Gorontalo. Melalaui kebijakan yang diambil tidak menyengsarakan rakyat melainkan mensejahterakan masyarakat sendiri. Ecara tersirat beliau mengemukan kita harus berani melawan pusat dalam tanda kutip harus berorientasi pada kesejahteraan mesyarakat. Selain itu juga beliau menambahkan bagi kita seharusnya merubah paradigma dalam berdagang. Masyarakat kita umumnya petani melakukan tia hal yakni, Menanam, Produksi, Pasarkan. Tetpi paradigna yang baru harusnya Mencari sasaran pasar dulu ad apa tidak pangsa pasarnya baru menanam dan berproduksi. Masih banyak sekali penyampaian yang visioner dan gagasan yang menajubkan bagi seluruh peserta.
Sesi kedua, yakni bedah buku di moderatori oleh MC Kondang yakni James Siagian. Notabene meruapakan salah satu penyiar dan MC di Metro TV dan TVRI. Pada sesi ini pembedah terdiri dari empat orang yakni Purek III Untan Edi Suratman, Dr. Zulkarnaen, Rektor Untan, dan Dekan Faperta Untan. Berdasarkan sesi ini banyak sekali pujian tentang buku yang ditulis oleh pak Fadhel. Kelemahan yang ada dapat ditutupi oleh hasil penelitian yang memukau tentang Reformasi birokrasi pemerintahan untuk membangun ekonomi kesejahteraan. Pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat.
Kamis, 11 Desember 2008
TETRALOGI LASKAR PELANGI
Luar biasa, satu kata untuk novel Tetralogi Laskar Palangi. Sang Pemimpi menjadikan bacaan wajib jika ingin mengetahui kekuatan impian dalam kehidupan. Lewat kata demi kata mengalir begitu indah menginspirasi setiap orang yang membacanya. Tidak pernah kubaca bacaan yang begitu menggugah imajinasi dan daya hayal tentang kekuatan impian selain di novel sang pemimpi buah karya Andrea Hirata. Penulis yang akan melegenda kelak.
Walaupun terambat membacanya, tetapi ini sebuah dorongan dan motivasi kuat untuk mewujudkan impian kita. Saya yang baru membaca buku ini langsung terpukau dan kembali mengigat impian saat masih kecil dulu. Begitu indah luhur cita-cita hingga sekarang impian itu seakan terlupakan. Tetapi berkat membaca Novel ini impian itu seperti hidup kembali, seperti bom waktu yang akan meledak dalam sekejap.
Fantastik, tanpa kita sadari selama ini kita terbuai dalam keadaan yang mengombang-ambingkan kehidupan hingga kita lupa akan impian dan cita-cita kita. Bagi setiap orang pasti memiliki mimpi/cita-cita. Akan tetapi seiring berjalan waktu impian itu semakin jauh dari harapan, yang ada hanya keterasingan akan impian itu. Impian seakan sulit diwujudkan. Banyak tinadakan, prilaku yang semakain menjauhkan kita akan mimpi yang akan dicapai.
Sang Pemimpi buah karya Andrea Hirata menjadikan kita seakan merasakan kembali impian itu. Semakin dibaca semakin dekat impian itu akan terwujud. Terlalu berlebih dan naïf memang apa yang saya sampaikan tetapi inilah buah pikiran saya setelah membaca buku ajaib ini. Buku ini dpat menginspirasi setiap orang, dengan sejuta magnet dan daya magisnya secara tidak langsung pasti anda rasakan apabila membacanya.
Saya mungkin orang yang paling terlambat membaca buku ini. Sebab setahun telah berlalu setelah Film Laskar Pelangi di tampilakn baru saya membaca buku-bukunya. Tetapi pepatah mengatakan tidak ada yang terlambat didunia ini, yang ada hanya tingga waktu yang menunggu.
UNFORGOTEN

Foto diatas menggambarkan memori 2 tahun silam, tepatnya tahun 2006. Sekumpulan muda-mudi fakultas pertanian Untan menggapai mimpinya. 2 tahun yang lalu semangat menggebu dikobarkan setelah selesai mengikuti AGT Bukit Batu. Gapi (Generasi Mahasiswa Pertanian Intlektual) begitu nama angkatan 2005 Fakultas Pertanian Untan. Suatu tradisi yang berlangsung hingga sekarang.
Kami diatas terdiri dari Nurhayati, Arika Noviani, Azyumardi, Jemmie H N, Taufan ID, Fazrin, Alimuddin, Zulkifli, Abang Bakri, Hairul Ihsan merupakan pondasi kepanitian AGT XIX tahun 2007. Sebuah mimpi yang hendak dilaksanakan dengan menyelenggarakan AGT ke Kuching, Sarawak Malaysia . Melalau tahapan awal kami di undang oleh Bang Nur (Nuriskandar) Pimred Equator pada saat itu untuk menghadiri Seminar Bahan baker Biofoel/biodisel dari pohon jarak yang diselenggarakan oleh Harian Equator bekerjasama dengan Walikota Pontianak dr. Buchary Arahman.
Kami merasa terhormat sekali dengan undangan tersebut. Salah satu alasanya karena undangan yang hadir adalah para pengusaha dan orang-orang penting yang memiliki kapabilitas dalam biang tersebut. Tapi karena satu tujuan membentuk pola piker kami, harus terbiasa untuk mewujudkan mimpi kami. Inilah awal/tahap permulaan yang harus kami jalani. Mental, semangat kami satu padukan meraih cakrawala ilmu pengetahuan tanpa batas melalui seminar ini.
Unbelieveble, sulit dipercaya kami berada ditengah-tengah forum yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. Waktu demi waktu berlalu, banyak sekali manfaat yang kami dapatkan dari seminar tersebut. Alhasil sampai sekarang masih kami rasakan dan terbanyangkan dalam pikiran kami. Selesai seninar kami sempat berdialog dengan salah satu pengusaha perkebunan yakni bapak Ali Mas’oen, MBA. Bengitu senang , bahagia dan bangga kami sebagai pilar harapan masa depan pertanian yang akan dating. Hingga saat inipun semangat itu masih mengalir di dada kami.
Teman jika kau masih ingat masa perjuangan dulu
Susah, sedih sakit bersama kita rasakan
Bulatkan tekat, hati, satu tujuan
Go Gapi GO! Gapi GO
BY JEMMIE HARRIES NAINGGOLAN
Senin, 10 November 2008
POS DESA TELUK NANGKA
- Jemmie Harries Nainggolan ( Subhan )
- Viktor Suwantono ( Sugeng )
- Heronimus ( Putra Matahari )
- Oloan ( Tukul arwana )
- Bayu Saputra ( si buncit )
- Fahrurrazi ( Paul ) bapaknya anak-anak
- Zulfinasari ( Fina tanpa panduwinata )
Sebuah Nama Sebuah Cerita Desa Teluk Nangka se u.....................
Selasa, 29 April 2008
Pengembangan Desa Tertinggal
oleh : Jimi Harries N*
Ada baiknya kita meninjau perkembangan kemajuan desa-desa yang ada di Kalimantan barat. Sudah hampir enam puluh tiga tahun kita menghirup udara kemerdekaan, ternyata desa-desa yang ada khususnya di Kalimantan Barat masih diliputi serba kekurangan dan menjadi tumpukan kesedihan penduduknya. Lihat saja berdasarkan data BPS Prov.kalbar (2007) dari jumlah total 1.440 desa yang ada. 918 desa dinataranya sekitar 63,75% masih tertinggal atau dikategorikan miskin. Sangat ironis sekali memang jika kita melihat statistik ini. Jalan-jalan desa umumnya masih buruk dan becek di musim hujan. Kebersihan desa belum terjamin sama sekali. Banyak sekali desa-desa menjadi sarang penyakit, terpisah jauh dari kota akibat hubungan yang sangat sulit.. Hal ini menjadikan masyarakat desa tetap ketinggalan dalam berbagai segi kemajuan.
Masyarakat desa menjadi bosan tinggal di desanya. Secara berangsur-angsur mereka pindah ke kota / ibukota kabupaten bahkan ada yang pindah ke kota Pontianak dan terjadilah urbanisasi yang tidak teratur. Mereka menganggap bahwa di kota mereka dapat mempertinggi nilai hidup. Padahal urbanisasi liar semacam itu bagi Provinsi kalimantan Barat yang memiliki potensi sumber daya alam amat merugikan. Di Kalimantan barat, sumber produksi dan kemakmuran terletak di desa-desa, di sawah-sawah yang luas sayup-sayup mata memandang, di ladang-ladang perkebunan, di bukit-bukit, dan di gunung-gunung.
Hal ini juga erat hubungannya dengan politik pendidikan yang masih belum berhasil memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat desa. Kebanyakan pemuda-pemudi desa yang ada di kalimantan barat yang menempuh pendidikan diluar daerah atau kota yang tidak mau pulang kembali kedesanya karena alasan yang sangat klasik. Kebanyakan menganggap desanya tertinggal dan sulit untuk maju. Padahal jika dilihat kehadiran merekalah yang sangat diperlukan untuk memajukan desanya melalui ilmu yang didapatnya di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Oleh karena itu harus dilaksanakan perubahan paradigma kerah yang lebih baik.
Dasar Perekonomian Desa
Ada beberapa dasar dalam perekonomian desa menurut Praniaji (1987), yakni tanah, air, hutan, jalan dan kerja. Pertama, tanah. Di zaman dahulu kala tanah ini dipunyai oleh raja-raja secara mutlak. Kemudian raja-raja itu menyerahkan kepada pembantu-pembantunya, kepada orang-orang yang disayanginya, yang telah berjasa dalam menegakkan kekuasaannya; lalu terjadilah feodalisme. Di Eropa zaman ini berkembang berabad-abad lamanya. Sistem feodal ini juga berkembang di Indonesia. Di Kalimantan barat umpamanya baru hilang setelah terjadi suatu revolusi, sesudah kemerdekaan Indonesia tercapai. Demikian juga di daerah-daerah lain
Pemberdayaan tanah dapat dilakukan antara lain dengan mengadakan koperasi tani yang bersifat desa (negeri) atau bersifat suku (marga). Bila perlu dipinjamkan kepada desa-desa tetangga, melalui pemerintah desa tersebut dan pemerintah atasan dengan cara yang sebaik-baiknya. Baik juga dipikirkan badan-badan amal/sosial (sekolah, mesjid, rumah sakit, beasiswa, dan lainnya). Dikalimantan barat penggunaan tanah dari luas keseluruhan Kalbar 146.807km2, terdiri dari 42,32% hutan, 34,11% rawa-rawa, 10,73% perkebunan dan 0,83% pemukiman (BPS Prov. Kalbar 2007). Penggunaan tanah sendiri digunakan untuk budidaya pertanian, non budidaya, pemukiman, sawah irigasi, sawah non irigasi dan kebun. Tentu ini merupakan potensi yang patut kita syukuri dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian hasil optimal dari pemanfatan tanah/lahan yang ada di kalimantan barat dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kalimantan Barat khsusnya masyrakat di pedesaan. Karena sebagian besar masyrakat di kalimantan barat bermukim didaerah pedesaan.
Kedua, air. Air merupakan pokok kehidupan rakyat dan sumber kehidupan. Dalam hal ini, ada desa yang mempunyai sumber air tetap. Bagi desa yang serupa ini hendaklah ditimbulkan aktifitas rakyat untuk dapat mempergunakan air itu secara intensif dan tiap-tiap rumah tangga hendaknya mendapat air secara merata. Ada pula Desa yang kelebihan air (rawa-rawa). Biasanya desa yang seperti ini banyak terdapat di daerah pesisir. Air merupakan sumber kemakmuran. Dengan mempergunakan tenaga air, dapat dibuat kincir penumbuk padi. Sebaliknya air bah atau banjir akan merusakkan sawah-sawah, kebun, tanam-tanaman, jembatan, dan sebagainya, malah dapat merusakkan rumah-rumah rakyat, Untuk mengatasi hal ini hendaklah sungai-sungai, parit-parit dan jalan-jalan air lainnya tetap terpelihara, bersih dari segala sesuatu yang hendak menghalangi jalannya air, seperti sampah, semak-semak, pohon-pohon kayu yang tersekat, dan sebagainya
Ketiga, hutan. Hutan adalah nikmat Tuhan yang tidak ternilai manfaatnya dan menjadi sumber kemakmuran rakyat. Hutan adalah paru-paru dunia. Hutan memberikan kekayaan yang amat banyak untuk negara. Hutan yang ada di kalimantan barat merupakan salah satu hutan yang araus dijaga kelestariaannya dengan luas 42,32% dari luas wilayah Kalimantan barat. Namun kerakusan untuk mengambil hasil-hasilnya telah menyebabkan hutan ini menjadi gundul khusunya yang sering terjadi sekarang ini. Pembabatan hutan secara sembrono, pembalakan liar, illegal loging, pembakaran-pembakaran, dan menggunakan kekayaan hutan menjadi objek korupsi, telah membuat hutan yang nikmat itu menjadi sebab malapetaka dan kesengsaraan. Banjir, tanah longsor, kekeringan adalah akibat gundulnya hutan. Kayu-kayu pun habis dikuras dan yang paling menderita tentu rakyat desa khusunya masayarakat adat yang ada di kalimantan barat menggunakan hutan sebagai salah satu sumber kehidupannya.
Namun demikian rakyat desa itu mempunyai kewajian-kewajiban terhadap hutan, supaya hutan-hutan itu dapat terus-menerus memberikan hasil kepada rakyat. Hendaknya kita jangan bosan-bosannya memberikan pimpinan yang tegas ke arah pemeliharaan hutan-hutan ini dengan, menghutankan kembali hutan-hutan dan bukit-bukit yang sudah gundul, dengan menanam pohon-pohon kayu yang memberi hasil, seperti damar, pala, dan lain-lain. Lalu mengganti/menyisip kayu-kayu yang telah diambil rakyat desa. Kita juga bersyukur kebanyakan masyarakt desa yang ada di kalimantan barat memiliki adat istiadat dalam menjaga dan melestarikan hutannya khususnya masyarakat adat dayak Walaupun sekarang mulai terkikis oleh tekanan perkembangan zaman, arus teknologi dan kepentingan kepentingan lain.
Pada dasarnya, perkayuan untuk rumah dan perabot-perabot, merupakan suatu hasil hutan yang sangat penting artinya bagi masyarakat kita, apalagi perkayuan-perkayuan yang keras yang sangat baik untuk rumah, umumnya dihasilkan oleh hutan Kalimantan barat. Untuk memajukan pembangunan rumah-rumah rakyat desa selaku penghasil pekayuan dan untuk pengolahan hasil hutan, hendaklah dijalankan cara-cara sebagai berikut.
Menurut Mahzar Isa (2008) pertama, membimbing rakyat desa untuk mendirikan Koperasi Perumahan Desa. Seluruh masyarakat yang memerlukan rumah baru, dimasukkan menjadi anggota koperasi tersebut. Misalnya dalam suatu desa ada orang yang akan membangun rumah sebanyak 30 orang, tentu rumah yang akan didirikan ada 30 buah pula. Dengan tenaga gotong-royong mereka inilah diusahakan bahan-bahan pekayuan rumah yang komplit, umpama tiap-tiap dua bulan harus tersedia alat-alat perkayuan yang komplit untuk satu rumah. Kemudian perkayuan itu diberikan kepada anggota yang sangat membutuhkannya (bila perlu dengan diundi). Dan begitulah seterusnya. Pemerintah desa itu dapat menetapkan rencana jangka waktu tertentu, sampai selesai jumlah rumah yang akan dibangun di desa itu.
Kedua, mendirikan koperasi Hasil Hutan, termasuk perkayuan, tempat rakyat menjual hasil-hasil hutan dan perkayuan yang dihasilkan rakyat dengan harga yang pantas. Koperasi inilah yang akan menjual/mengirim hasil-hasil tersebut ke tempat-tempat yang memerlukannya. Dengan begitu hasil hutan itu tidak jatuh ke tangan tengkulak-tengkulak
Ketiga, menimbulkan industri-industri rumah tangga, kerajinan tangan, dan lain-lain untuk mengolah hasil hutan, seperti anyam-menganyam rotan, buluh, pandan, pertukangan dan sebagainya. Hal ini memerlukan petunjuk-petunjuk dari Pemerintah daerah khusunyaDinas Perindustriandan Perdagangan berupa kursus-kursus dan pelatihan. Untuk ini sebaiknya diadakan koperasi, tempat menjual dan membeli alat-alat yang diperlukan untuk itu. Dan keempat, mengadakan kursus kerajinan tangan dan pelatihan di desa. Diharapkan dengan ini dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam memaksimalkan pemberdayaan desa dan pembangunan kedepan sehingga desa-desa yang ada di kalimantan Barat tidak tertinggal/dikategorikan miskin.
*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Pertanian Untan
aktif sebagai Mendagri BEM Faperta dan Staf Infokom HIMASEP
Jumat, 18 April 2008
KLASIS 2005

"Kami angkatan 2005, Generasi Mahasiswa Pertanian Intelektual"