Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu, daripada uang, daripada kesempatan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian. Hal yang paling menakjubkan adalah Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
inspired : Kata2 mutiara.com
Sabtu, 29 Agustus 2009
Foto Team Peserta LOMBA PENULISAN ILMIAH MENEGPORA TAHUN 2009
They are : Jemmie H. N. SP, Zulkifli, Dini, Fajar,Tya Fhazrin, Budi
Suprise itulah ekspresi pertama dariku ketika mendapat kabar dari ijul (salah satu anggota kelompok) bahwa kelompok kami lolos kejakarta untuk persentasikan makalah kami. Awalnya aku tak percaya karena belum melihat secara langsung. Perjuangan Bolak balik dari kampus kerektorat, masuk ke TU, BAAK, pun belum menemukan surat yang masuk atas namaku. Bahkan setelah menelpon ke kantor menporapu, walau sudah diberitahu nama saya masuk namun mesti melihat surat yang dikirim dari menpora yangditujukan kepadaku. Surat itu sudah dikirim seminggu yang lalu katanya. Namun setelah di cek kefakultas ada surat atas nama pribadi dari Menteri Pemuda Dan Olahraga Deputi III menyatakan bahwa karya ilmiah kami masuk 25 besar finalis untuk dipersentasikan di Jakarta.
Awalnya aku dan fajrin senang namun setelah surat itu dibaca bahwa hanya 1 orang yang dibiayai. Namun berkat kegigihan dan kengototan kami akhirnya kami mendapat bantuan dari pihak fakultas Universitas Tanjungpura maupun Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi sehingga dapat meringankan biaya anggota yang lain. Beruntungnya lagi 3 proposal yang masuk di untan tigatinya dari fakultas pertanian. Akhirnya kami berangkat rombongan kontingen fakultas pertanian Untan deh didampingin oleh pak warganda pudek 3 kami.
Hai kawan, udah lama ku tak menuliskan sesuatu nih di blog kesayanganku. Beberapa waktu yang lalu aku berhasil mendapatkan predikat dikampusku, tepatnya pada acara syukuran wisudawan. Kawan tau kah angkau? Betapa senangnya hatiku. Karena hanya aku angkatan 2005 yang saat itu telah menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian dengan tepat waktu. Aku sangat sedih sekali karena kawan2 satu angkatanku yang laen belum pada selesai, jadilah hanya aku angkatan termuda disana. Awalnya aku agak minder sih tetapi aku tetap membesarkan diriku. Pagi itu aku didampingi oleh kekasihkutercinta Rahayu Arimbi. Taukah kau kawan satu kebanggan bagiku, aku berhasil meraih predikat seagai wisudawan termuda dan tercepat Fakultas Pertanian untan tahun 2009. Aku selalu berdiri setiapkali namaku disebutkan. Bagi orang lain itu merupakan sutu kebanggaan yang terbesar yang pernah diraih, tapi kawan bagiku itu sutu kehampan, semua itu rasanya tak berarti. Karena kedua orang tuaku tidak bisa menghadiri acara itu. Ibuku sibuk dirumah mengurusi adikku yang paling kecil hasil hubungannnya dengan suami yang baru. Sementara ayahku berada nun jauh disana di Kota Sidikalang. Padahal aku ingin sekali kawan seperti orang lain yang orang tuanya hadir, memeberikan support dan semangat kepada anaknya, aku hanya diwakili oleh kedua tanteku. Hatiku sangat hampa sekali. Disaat wisudawan lain bersama orangunya sedangkan aku hanya sendiri, termenung terpaku meratapi kisah pilu hidupku. Sedih rasanya ketika melihat yang lain disalami kedua orangtuanya. Hanya aku mungkin yang orangtuanya tidak hadir. Rasanya sia-sia pengorbananku,jerih payahku, dan rasa yang ingin aku tunjukkan kepada kedua orangtuaku. Tapi apalah daya ingin rasanya tangan memeluk gunung tapi tak sampai. Akhirnya hanya jadi sebuah anggin lalu dan kepingan-kepingan kisah manis dalam titian hidupku. Seorang anak malang bernama Jemmie Harries Nainggolan Namun demikian puji dan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa berkat ialah segala kemudahan dan kelancaran diberikan kepadaku hingga memudahkanku menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian Untan. Semoga ini menjadi pelajaran hidupku dikemudian hari sehingga kelak tidak mengecewakan asa anak-anakku jika Allah mengizinkan.
AGRICULTIRE GOES TO (AGT) XIX KABUPATEN SANGGAU CHAPTER 1 “hidup adalah tantangan maka hadapilah”
AGT XIX adalah salah satu kegiatan diantara beberapa kegiatan yang pernah kuikuti। Sebuah perjalananan panjang bercerita mengenai AGT XIX ini। Kegiatan ini merupakan kegiatan besar kedua yang pernah aku ikuti. Kenapa karena inilah kegiatan pertama yang pernah kulakukan bersama teman teman satu angkatan khusunya angkatan 2005 dengan nama angkatan GAPI (GENERASI MAHASISWA PERTANIAN INTLEKTUAL). Satu hal yang selalu kukenang adalah kebersamaan kekompakan dan selalu ingin menjadi yang terbaik itulah gambaran dari temen2 senagkatan ku saling bahu membahu demi satu tugas yang dianggap mulia bagi sebagian orang tetapi tidak bagi kebanyakan orang. Hal ini patut diilhami kerena AGT ini dianggap sebagai ajang pembantaian (katanya) dan penggonjlokkan. Namun demikian bagi kami ini adalah kegiatan berkenalan, menambah wawasan dan syarat akan kebersamaan dan kekompakan. Jadi anggapan say no to AGT itu salah besar.
Kami satu angkatan setelah selesai mengikuti AGT XVIII di Sungai Kunyit mempunyai keinginan dan impian yang besar untuk mengadakan AGT XIX di malaysia. Awal awal kami sudah berkumpul dan merencanakan langkah2 apa yang akan kami tempuh. Penuh ambisi, dan semangat yang luar bisa teman yang sama2 mengikuti AGT Sei Kunyit ingin mewujudkan impian itu. Langkah pertama kami menghubungi bang Nur yang saat itu adalah panutan dan kuncvi yang dapat membawa kami mewujudkan impian itu. Namun apa boleh dikata karena suatu dan lain hal kami gagal mewujudkan impian itu. Saya percaya bahwa memeang Tuhan memiliki kehendak yang lain. “ manusia punya rencana dan Tuhan Yang Menentukan”.
Semangat pantang menterah terus kami kobarkan dengan berbekal itu dam kekompakan yang telah terjalin dengan latar beakang berbeda jurusan yang berbeda mampu menepis segala badai dan prahara yang menrjang kami semua. Melalui perjalanan yang panjang akhirnya terpilih Kabupaten Sanggau tepatnya di Lubuk Sabuk sebagai daerah tujuan AGT XIX. Kami beranggapa walaupun tidak bisa menyebrang ke Malaysia cukup melewati dan dekat perbatasan kami sudah cukup puas. Hal ini tidak mengurangi semanagt AGT yang ingin kami tularkan kep[ada adik-adik 2006.
Perjalanan yang panjang selama hampir setahun kami lalaui akhirnya kami bisa menyelenggarakan AGT XIX ini. Walaupun dengan peserta yang hanya 40an kegiatan ini teteap berlangsung. Alhamdulilah saya pribadi mendapat pengalamn baru ditempat yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya. Apalagi berada kurang lebih satu inggu disana. Pengalaman mengajarkan bahwa “hidup adalah tantangan maka hadapilah”. Hari demi hari dilalui tanpa hambatan berarti. Kegiatan akhirnya dapat dilaksanakan sampai ahir tanpa halangan sesuatu apapun. Cerita-demi cerita, kisah demi kisah mengalir disana biarlah menjadi salah satu bagian dari perjalalan hidup. Kenangan yang takkan pernah kulupakan bersama teman-temanku, teman 1 angkatan, teman seperjuangan, teman yang takkan pernah kulupakan kebersamaan dan kekompaknnya.
Panitia ARICULTURE GOES TO XIX LUBUK SABUK KABUPATEN SANGGAU :
“AGT memang luar biasa dari satu sisi positifnya bisa menyatukan satu angkatan dalam satu ikatan kebatinan, membentuk karakter mental, kekompakan, dan menambah ilmu pengetahuan tentunya”.
AGT ( Agriculture Goes To ) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Kegiatan ini aalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah pemersatu mahasiswa fakultas pertanian Untan khusunya bagi mahasiswa ngkatan baru, panitia kegiatan ini adalah mahasiswa angkatan 2004 yang telah mengikuti legiatan AGT sebelumnya. Peserta pada kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2005. Elemen dalam kegiatan AGT ini adalah Peserta, Panitia, Perintis, SC dan Senioren.
AGT ini adalah kegiatan ketiga yang kuikuti di Fakultas Pertanian Untan. Pertama kali mengikuti jujur awalnya belum meerti maksud dan tujuan dari kegiatan ini. Hal ini dikarenakan adanya omongan dikalangan masyarakat kampus bahwa AGT ini adalah ajang pembantaian dan penggojlokan. Namun karena aku memang orang yang keras kepala dan suka akan tanatang, tidak perduli apa perkataan orang kegiatan ini teteap aku ikuti.
Awalnya memang rada malas ngikutinya sebab seniornya pada garang-garang dan berwajah sangar. Paling hanya beberapa orang yang berwajah kalem dan abik hati. Tapi lamakelamaan akhirnya aku mulai mengerti maksud dan tujuannya. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai dan pembentukan karakter mental dan rasa kebersamaan antara mahasiswa baru khususnya.
Hal ini kusadari memang karena jujur aku sebelumnya tidak terlalu memngenal semua kawan sau angkatan ku angkan 2005 khusunya dari jurusan Agronomi, D 3 Poerkebunan dan Ilmu Tanah. Walaupun sebelumnya sudah ada Integritas naum itu belum cukup. Melalui kegiatan ini aku mulai mengerti dan paham sebagai mahasiswa baru. Kegiatan ini banyak diisi perkenalan dan materi-materi yang berisikan motivasi, serta ilmu baru dibidang pertanian kurang lebih selam 6 kali pertemuan.
Ternyata kegiatan ini dilaksanakan setelah ujian akhir tepatnya selam 1 minggu di Sei Kunit Kabupaten Pontianak. Tentunya sangat menantang sekali karena kita bakal tinggal di camp yang dibuat oleh team perintis.
Tibalah saat dimulainya kegiatan.
Kami berangkat dari Pontianak pukul 9 pagi dengan mengunakan tigas bis. Bisku berangkat paling pertama. Bersama rekan rekanku satu dusun nantinya. Katanya disana kami akan dibagi menjadi 3 dusun. Nah aku bersama yang lain menempati dusun 2. Waduh ternyata temen2 satu dusunku gokil2 and lucu bakalan seru dan gak bosenin deh. Tapi yang buat aku sebel adalah karena kawan2 satu kelompokku hanya pergi tiga orang aku, Arika danb Edy. Waduh padahal semua barang udah lengkap dipastikan ahanya aku dan arika yang bakal berbaris sedangkan Edy bergabung dalam team perintis. Jadilah aku dijuluki pasangan serasi sama temen2 yang lain. Ada enaknya juga sih kadi kalo pas makan gak ada yang ganguindan porsinya pasti banyak. He.......... tapi yang paling kurang menyenangkan ya pasti klo ada apa2 ya pasti aku terus yang maju kedepan.
Hari pertama bis ku nyesat salah jalan, mana hari hujan bis yang laen udah nyampe, eh bis kus blum lagi. Akhirnya kami disuruh berjalankan kaki menuju base kamp. Kami semua merasa boring sekali, dengan gerimis dan membawa tas yang bisa kami bawa kurang lebih selama setengah jam akhirnya kami sampai juga di Basecamp. Kami disambut dengan sangar dan teriakan cepat......... dek...................
Waduh akhirnya kami berbaris langsung berhitung dan disuruh push up lagi
Awalnya sih gk terima tapi apa boleh dikata, memenag itulah namannya AGT pengojlokan mental.
Hari-hari diisi dengan beragam kegiatan dari materi seputar dunia pertanian, diskusi, kunjungan kelapangan, seminar di basecamp, parodi, outbond hingga malam penutupan. Tak terbayangkan sebuah pengalaman baru kudapatkan. Satu kejadian yang paling kuingat saat aku selalu dipisahkan dari teman-teman lain karena dikirain aku memiliki sakit jantung, padahal aku tidak sakit jantung. Itulah yang paling diingat oleh teman2 seangkatan ku dulu. Ada kegiatn fisik apapun pastio aku dipisahkan. Pada saat ahri pertama penyambutan sampai pengukuhan aku selalu diistimewakan. Sampai sekarang seniorku gak tahu loh.................
Tapi aku bersyukur klo gak pasti aku udah habis di gonjlok oleh senior2 ku..........
Padahal waktu itu aku hanya sakit paru-paru (ganguan pernapasan gitu)
Hari demi hari tlah berlalu berbagai cerita, kenangan menjadi satu disana. Akhirnya kami mulai kenal-mengenal disana baik keburukan, kejelekan sampai kebaikan kawan terlihat dikegiatan itu. AGT memang luar biasa dari satu sisi positifnya bisa menyatukan satu angkatan dalam satu ikatan kebatinan, membentuk karakter mental, kekompakan, dan menambah ilmu pengetahuan tentunya. Satu dari sekian kegiatan yang gak bakalan kulupakan dalam perjalanan hidupku.
Kamis, 28 Mei 2009
MAHASISWA PRESTASI UNTAN TAHUN 2009
Pada Tahun 2009 ini, merpakan sutu berkah tersendiri bagi saya bisa menikmati atmosfer kompetisi Mahasiswa Prestasi Untan Rahun 2009. Sebelumnya tak pernah terbayangkan saya dapat berkompetisi di Tingkat Untan. Maklum karena memang tahun saya telah lewat. Sehausnya tahun ini diikuti oleh angkatan 2006 pada Fakultas saya. Entah mengapa ini merupakan suatu kejadian yang sangat tidak diduga, pada tahun lalu memang saya ada ikutmemasukan berkas untuk berkompetisi di tingkat jurusan, teteapi kalah bersaing dengan rekan saya saudara ferdian Arisma. Tetapi inilah takdir atau suatu kemistri yang tak terduga. Kesempatan ini akhrnya dapat saya rasakan.
Ceritanya bermula saat sutu pagi saya sedang menunggu Dosen pembimbing untuk konsultasi Skripsi. Pada saat saya sedang dudukibu Komaryati, memanggil saya kedalam ruangan jurusan. Saya masuk kedalam, lalu beliau meminta saya untuk mewakili jurusan mngikuti kompetisi pemilihan mahasiswa prestasi Untan tingkat Fakultas. Saya Sangat terkejut sekali, karena memang tidak menduga sebelumnya. Alasan beliau karena pada tahun lalu saya telah memasukan berkas dan karena adik-adik saya angkatan 2006 tidak siap dalam mengikuti kompetisi sehingga saya diminya sebagai pengganti. Entah karena memang terpaksa or sutu kegagalan yang tertunda akhirnya saya beredia mewakili jurusan untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan, saya bersyukur karena masih memiliki file karya tulis yang memang merupakan syarat dalam mengikuti kompetisi. Dalam tempo semalam akhirnya selesai juga saya mengedit dan mengkopi bahan tersebut karena keesokan harinya harus dipersentasikan. Namun karena dukungan dan semangat akhirnya saya membeanikan diri untuk bertarung walaupun dengan persipan seadanya.
Di tingkatan Fakultas Saya bersaing dengan perwakilan dari jurusan Ilmu Tanah dan Budidaya Pertanian yang note beneperwakilannnya dari angkatan 2006. Tes demi tes dilalui dari mulai persentasi karya tulis ilmiah, interview bahsa Inggris maupun keorganisasian. Berat rasanya memang, teteapi dilakoni dengan penuh tanggung jawab. Alhamdulilah ternyata aya diberikan kesempatan sebagai juara 1 mahasiswa prestasi tingkat fakultas dan berhak mewakili fakultas untuk berkompetisi di tingkat Universitas. Perasaan kaget, haru dan bahagia saya rasakan, karena tanpa diduga saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT, untuk merasakan kompetisi di tingkat universitas sebelu saya luluh dari bangku perkuliahan.
Tentunya hal ini berkat dorongan doa dari Orang tua saya, Rekan Rekan Sosial Ekonomi Pertanian, Dosen Pembimbing Dr. Ir. Erlinda Yurisinthae, MP maupun orang-orang yang telah memberikab dukungan kepada saya. Walaupun pada tingkat universitas saya tidak bisa menjadi juara, tetapi saya elah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya. Ada sutu hikmah besar yang saya petik dari kompetisi ini adalah kekagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda,Jagan cepat puas. Terus mawas diri untuk mempersiapkan kompetisi seesungguhnya dalam kehidpan bermasyarakat setelah saya lulus kelak dari perguruan tinggi. Tri Dharma perguruan tinggi garus bisa direalisasikan nantinya
Banyak kisah tentang mereka, tetapi hanya sedikit yang dapat dilukiskan pada tulisan ini. Tiada maksud untuk melebih-lebihkan, narcis or anything but its a reality that i can write in this opportunity.
Nama yang disematkan oleh seorang kawan kepada Mahasiswa Sosek angkatan 2005 yang selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Entah darimana asalmulanya nama itu, tetapi hal tersebut memberikan sebuah gambaran tentang perjalanan dan kontribusi nyata kumpulan mahasiswa yang sedang berkembang mencari jati diri dalam kehidupan sosialnya. Mahasiswa ini terdiri dari 6 orang laki-laki yang dipertemukan dalam satu Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEP) Faperta Untan. Entah Narsis atau apalah sebutan orang tetapi memang mereka selalau berpartisipasi dalam setiapkegiatan HIMASEP maupun kegiatan Kampus.
Keenam mahasiswa yang pantang menyerah dalam mengejar mimpi-mimpinya di masa yang akan datang. Semangat yang dikpobarkan begitu tinggi, semangat kesetiakawanan, rela berkorban dan terkadang sedikit patriotisme, begitu katanya. Namun inilah mereka, seperti angin yang beriup sepoi-sepoi, batu karang yang keras di hemps oleh ombak dipantai. Perjalnan yang sungguh panjang mngiringi mereka selama hampir 4 tahun dala perkuliahan di Kampus Hijau, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.
Mereka tanpa kenal lelah terus mendukung kegiatan-demi kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMASEP Faperta Untan. Sakit, Luka, keluh kesah, Jalan berliku, dicaci dimaki, sedih, suka maupun duka semuanya pernah dilalui bersama. Begitulah mereka semangat seorang mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian yang tangguh. Dipersatukan dalam semboyan Luar Biasa Antusias Mental Baja Go............ Sosek. Semangat yang tak akan pernah lekang dimakan waktu.
Tak terasa hampir empat tahun menjalin persahabatan, sebentar lagi beberapa orang akan segera menyelesaikan studinya. Namun demikian, tidak mengurangi semangat pesahabatan diantara mereka. Semoga diwaktu yang akan datang akan terus lahir six degrease yang dapat dijadikan panutan dan contoh bagi geberasi yang akan datang pada HIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (HIMASEP) Faperta untan.
“ Persahabatan adalah Anugrah, Kesetiakawanan adalah sikap, kepedulian adalah rasa”